Anakmuda!

             

Bertemu dan Berpisah lalu Bertemu Kembali

kuburan baqi beginilah yg sesuai sunnahpas sore tadi sy datang ke rmh teman, dlm rangka suatu urusan requirement software, waktu itu sy bertiga, waktu dzuhur tiba, kami ke masjid yg  jama’ah nya baru akan melangsungkan shalat jenazah, krn disitu akan ada jenazah yg baru akan dishalatkan..masya Allah, yes i’m began to sense, setiap kejadian seperti ini sy mau peka..

Setiap melihat atau mendengar kematian, melihat di jalan, mendengar pengumuman masjid sy slalu seperti mau tersentak,

lebih2 waktu dulu mendengar berita kematian teman akrabku mulai tpa waktu kecil sampai kuliah, orangnya baik shalih apalagi beliau sangat interest agama, rasanya seperti sesak, kayak tamparan yg keras, kematian tdk melihat tua dan muda, shalih atau bukan.., kita ini kecil, jasad ini cuma dipinjamkan.

Rasulullah berkata:
“kafa bil mauti dzikro”(al hadits)
cukuplah kematian itu sebagai peringatan

Masya Allah.

Hidup ini bertemu dan berpisah, suatu waktu kita bertemu dan di lain waktu kita berpisah, begitulah seterusnya..

Iya kematian, entah kenapa kita slalu sentimen dengan kematian, u know death..??  slalu mau kita lupakan keberadaannya, kita makan, kuliah,kerja, kita jatuh cinta, kita slalu menganggap kematian adalah sesuatu yg jauh, jauh dari kita. Sadar atau tdk Kita slalu mau menjaukan diri dari anggapan kemungkinan kita bisa saja mati muda..

Padahal kita tau setiap jantung kita itu berbicara mendekati kematian, detak demi detaknya selalu mendekat kepada pemberhentian. Kita juga tau setiap ulang tahun yg dirayakan orang itu adalah leads to death, ya Allah, padahal mereka berpesta mereka tertawa di sana, mereka merayakan kedekatan kepada kematian?. kenapa..kenapa!!?

waktu sma klas 2, sy ingat persis di sebuah pengajian rutin di mushallah skolah at least sy anggap disinilah the day that changed everything for me, kala itu taklimnya sangat singkat, hanya membahas sbuah hadits, “man yuridillahu bihi khayran yufaqqihhu fiddin” (al hadits)

“siapa yg Allah kehendaki padanya kebaikan maka Allah akan fahamkan dia kepada agama”

Maka ustadzku pun menjelaskan mafhumnya( yg terpahami) dr hadits adalah siapa yg Allah kehendaki kepadanya ketidakbaikan maka dibiarkan dia hidup menyesaki bumi, berkeliaran berjalan di muka bumi begitu sj,tanpa ada apa2 yg berarti.dst..maka Allah menjadikan dia tdk mengerti tentang ilmu agama.

Pulang dr situ beberapa hari sy berpikir keras, sy tdk mau hanya ada berkeliaran di dunia hanya utk hidup makan, boker,bergaul,kesekolah blajar,bergaul, trus senang2 thats all sampai di situ, tanpa ada apa2 yg berarti, tanpa sy paham agama dengan intents. sy tidak tau apakah..apakah saat sy mati nanti kebaikan apa yg sdh sy telah lakukan, banyak kah pelayat atau tidak, mereka akan ingat apa tentang sy, adakah yg rela berpanas terik melihat sy utk terakhir kalinya di liang lahat, adakah mereka bersedih atau tidak, apakah yg sy ajarkan kepada orang lain bermanfaat atau tdk..,sy khusnul khatimah atau su’ul khatimah(wal iyya dzubillah),  sdh sejauh mana fiqh agama yg sy pelajari dan sy amalkan,  sdh brapa harta yg sy sedekahkan, Ya Allah..sy spertinya belum melakukan apa-apa.

Kalau begitu mulai skarang sy harus melakukan sesuatu yg bermanfaat there most a great thing  yg lebih besar lagi, belajar agama harus lebih lagi, dan karena kematian itu pasti maka sy harus berusaha keras melakukan amalan kebaikan dan melakukan banyak amalan yg tidak mati bersama jasad saya, iya amalan yg terus hidup amalan jaariah..

Setidaknya kita butuh bekal yg banyak,skarang..iya skarang lah waktunya, mulai hari ini saat ini juga, mulailah berusaha lakukan sesuatu yg bermanfaat, lewat kematian yg kita saksikan its lesson bahwa hidup ini hanya sebentar, jgn disia2kan sob utk hal yg tdk manfaat, mulai sekarang mumpung masih muda sdh saatnya kembali ke agama dengan mempelajarinya, mempelajari agama, sebelum semuanya berpisah, tunggu apa lagi? jangan buang2 waktu, skarang lah saatnya!.

bukankah sepertinya baru saja kita di taman kanak2,baru saja kita SD, baru saja kita smp, sma,  atau kemaren baru saja kita maba, smester 1, smester 2 atau baru saja-baru saja yg lain?? kemudian skarang tak terasa ternyata kita sudah UN, kita sdh wisuda, kita sdh kerja, atau kita sdh punya anak dan tak terasa yg lain ini dan itu???, waktu sangat terasa sebentar sekali..

mulai skarang pokoknya perbanyak kebaikan, kemudian niatkan semua itu utk ibadah dan terus ibadah..,
belajar dan memahami agamalah kuncinya..

=====================

Eits jangan lupa tinggalkan jejak ya..

Leave a Comment

*

code