Anakmuda!

             

Distraction 2

Permainan Syaraf

Di tulisan distraction sebelumnya kita telah menemukan kalau ternyata apa-apa yang membuat kita melupakan kematian dan akhirat adalah wujud dari distraction,
di tulisan kali ini kita akan lebih dalam mencari titik kesadaran.

Dalam setiap portingan sebelumnya saya selalu mengambil titik kesadaran dari sisi agama, adakah titik kesadaran tertinggi selain agama? Jawabannya tidak ada dan tidak akan pernah ada, tentu saja sampai sejauh apapun anda mencari pelajaran, tanpa agama anda akan tetap merasa belum mendapatkan apa yang anda cari.

Saya banyak melihat orang-orang dengan berbagai macam tingkat kesadaran yang mereka anggap puncak dari kesadaran, mereka yang mendapatkan esensi kesadaran tersebut kebanyakan menjadi motivator dan berbicara dan mengajari orang-orang, mengajari tentang hakikat kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, kesuksesan hidup.

Saya mau bilang kalau, motivator sehebat apapun dia memotivasi seseorang dia hanya beputar di sekitar wilayah ilusi dan kepalsuan.

Why?

Pernah tidak kita mengalami kita dulu punya mimpi dan cita2 “dunia” yang sangat besar dan setelah berusaha keras dan memberikan pengorbanan yang sangat luar biasa, dengan menghadapi proses penderitaan atau jatuh bangun yang dahsyat, sampai akhirnya kita meraih mimpi itu,

namun setelah sekian lama mimpi itu kita miliki, eh ternyata kita merasa biasa saja, kita merasa kalau dia bukan lagi mimpi kita yang besar, bahkan muncul lagi cita2 dan mimpi lain yang lebih besar dari itu?

Hehe saya membayangkan dahulu pemilik roll roys (eh ketinggian), alphar misalnya, itu pasti sangat memimpikan mobil alphard, mungkin dia menabung dan mengorbankan banyak hal untuk mrmilikinya,

namun setelah berhasil memilikinya, tak cukup setahun mungkin kurang  6 bulan, pemilik alphard merasa biasa saja dengan mobilnya.

Kemudian dia (si manusia tadi) akan kembali mengejar mimpinya, jatuh bangun lagi, lalu melupakan lagi, begitu seterusnya. Seolah-olah hidup hanya habis untuk siklus angan-angan dan kepalsuan mirip seperti permainan (seperti dalam surah Al-Hadid)

Dalam tingkat kesadaran tertentu, kita akan tahu kita dipenuhi oleh bayang-bayang permainan dan kepalsuan.

Terang bisa terlihat karena ada gelap, berkembang sedikit, manis terasa karena tangkapan syaraf di lidah,
saya ingin bilang kalau..

Semuanya hanya permainan syaraf

sy cuma mau menegaskan kalau Banyak hal yg kita lihat ternyata hanya sebuah rangkaian proses ekstraksi kimiawi yang berjalan di dalam syaraf manusia, hanya permainan syaraf.

Semua hanya distraction, seperti Uang, Mobil mewah, rumah besar, jabatan,wanita cantik, itu terlihat indah karena sudut pandang dan tangkapan syaraf belaka, dia hanya tipuan syaraf,hanya kepalsuan, maka tdk perlulah terlalu membesar-besarkan usaha dan hasrat hanya karena ingin memuaskan syaraf, biasa sajalah kalau anda ingin mengejarnya, sebab yg akan kita kejar tadi hanyalah permainan syaraf.

Contoh lain, rasa bahagia yang juga sering meng-attraction manusia adalah jatuh cinta misalnya, jatuh cinta hanyalah proses ekstraksi kimiawi di dalam otak, dia hanya permainan hormon norepinephrine, hanya permainan syaraf, hehe jangan terlalu tertipu terhadap perasaan

Memenuhi hasrat dan tangkapan syaraf dengan belebihan hanya akan mebuat anda lengah dari esensi utama,

Apa yg saya maksud dgn Esensi utama?

Oke sekarang kalau tadi kita sebut ada permainan syaraf atau kepalsuan maka berarti di dunia ini pasti ada yg tidak palsu, pasti ada yg asli, dirasakan BUKAN oleh permainan syaraf akan tetapi oleh sesuatu yg sangat dalam dan halus, that i mean heart..

sodara-sodara “Hati(qolbu)” lah yang saya maksud, berupa rasa keimanan, hidayah, Rasa cinta kepada Allah, keyakinan mendalam tentang akhirat dst. Rasanya sangat dalam dan adem di dalam hati kan?

Tentu saja sebab dia datang langsung dari Allah. Rasa iman tersebut diwahyukan dari langin, bukan dari manusia, tapi dari Sang Pencipta Allah Rabbul ‘Alamin

Maka di dunia ini terhadap tipuan syaraf sy mengkategorikan manusia menjadi 2 macam manusia:

  1. Manusia yang mengejar kepalsuan dan larut dalam tipuan syaraf
  2. Manusia yg tau dan berusaha mencari yang tidak palsu

Oke sekarang..

wanita cantik atau pria tampan misalnya. Anda tidak benar-benar melihat seseorang itu cantik atau tampan hanya sekedar dari tangkapan syaraf mata yang kemudian dibawa oleh darah yang mengantarkan proses kimiawi ke dalam otak, maksud saya anda tidak betul-betul melihat seorang itu indah sampai anda melihat bagaimana dia meperlakukan agamanya berupa keimanan, akhlak yang baik, keshalihan dan amalan-amalan hati yang sifatnya syar’i

kenapa kita kadang larut dalam tipuan syaraf?

Yg  jd masalah adalah Kadang kita disibukkan dengan sesuatu yg datang dan berpura2 menjadi kebahagiaan, padahal dia hanya kesenangan, hanya tipuan syaraf, hanya sebuah rangkaian proses kimiawi di dalam otak manusia, dia hanya ujian untuk manusia.

Sementara kita diperintah untuk mengejar kenikmatan yang sesungguhnya, bukan lalai terhadap kenikmatan bias dan sementara yg sifatnya hanya permainan syaraf

Akan tetapi kita diperintah mengejar kenikmatan khusus yang hanya untuk orang-orang khusus dan pilihan,kenikmatan yang dirasakan yang sifatnya sangat dalam di dalam hati inilah mungkin yang Rasulullah maksud dengan kenikmatan manisnya iman

=====================

Eits jangan lupa tinggalkan jejak ya..

3 Responses to “Distraction 2”

  1. ZAKI said:

    senyumlah dan berkata semuanya baik-baik saja, karena dengan senyuman semuanya terasa lebih ringan, meski permasalahan sangat berat.

  2. FAISAL said:

    mana distraction 1?

  3. REZA said:

    Oh iya, distraction pertama ada di sini http://www.rezamaulana.com/05/05/2012/distraction/

Leave a Comment

*

code